Lottery betting platform_Football Lottery App_Casino Baccarat_Indonesia online casino site

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Situs resmi mahkota

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Untuk setInIndonesiIndonesian Chessan Chessdonesian Chessiap oranIndonesian Chessg yang ahli dibidang Indonesian Chessmatematika dan sains jelas unggul dalam matematika dan sains. Namun apakah Mereka juga unggul dalam bidang lain seperti bahasa, sastra, ilmu sosial, seni ataupun lainnya? tidak juga.

Semua itu tidaklah salah dan semua ilmu itu benar. Tetapi jangan menyampingkan bidang lain yang di mana kembali lagi pada potensi setiap orang.

Karena memang dalam dunia ini tidak sebatas dua bidang saja. Sedari kecil memang seseorang dibimbing dan memperoleh pendidikan sampai Ia benar-benar matang tanpa harus mengkotak-kotakkan bakat dan kemampuannya.

Perkenalkanlah masing-masing cita-cita yang lain. Dengan melihat potensi seseorang bukan berarti harus memaksakan tetapi harus mendukung.

Apa benar matematika dan sains itu sulit? sebenarnya semua ilmu itu mudah jika ditekuni. Hanya saja mungkin Kita lebih banyak hidup dimana matematika dan sains dianggap sulit, banyak prospeknya dan bisa menyelesaikannya adalah suatu prestasi.

Menjadi atlet, penulis, aktivis, seniman, musisi, politikus, desainer dan apapun itu jika terucap dari keinginan anak memang harus dibalas dengan support. Jangan menganggap pilihan apapun itu percuma.

Jika seseorang tidak bisa menyelesaikan matematika dan sains, jangan menjadikannya cap kebodohan. Karena semua bidang juga masing-masing memiliki tingkat kesulitan, prospek dan prestasi bukan?

Tak jarang pujian mengalir dari orang tuanya hingga kalangan sekitar dan teman-teman pergaulannya. Tetapi, terkadang cap pintar memang banyak dikaitkan dengan Matematika dan Sains. Entah apapun alasannya, seseorang yang berprestasi dalam bidang apapun berhak mendapat apresiasi walau tak mengharapkannya.

Untuk alasan yang satu ini memang benar adanya, karena sewaktu kecil juga setiap anak diajari berhitung dengan media jari-jari kecilnya, sempoa, poster angka dan buku tulis angka.

Matematika dan Sains itu memang perlu dan penting karena ilmu murni dari aspek kehidupan. Keduanya memang dipakai dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Mengapa sedari kecil jika berbicara cita-cita hanya mengacu kepada dokter, ilmuwan, professor, arsitek dan guru? semua cita-cita dan profesi itu baik.

Sejak anak-anak berusia kecil memang membutuhkan banyak kata-kata pujian. Bahkan ketika anak-anak kecil baru saja bisa makan, merangkak dan berjalan pasti terlontar pujian “anak pintar!”. Nyatanya, kata-kata pintar bukan sekedar pujian saja melainkan sebagai motivasi dan memupuk mental seseorang sedari dulu.

Begitupun untuk semua orang yang tidak ahli dalam matematika dan sains juga lemah dalam matematika dan sains namun unggul dalam bidang lainnya masing-masing bukan? inilah analogi sederhana untuk keahlian setiap orang.

Untuk semua orang, matematika dan sains tidak diwajibkan untuk pandai dalam keduanya. Namun untuk yang tidak ahli dalam bidangnya jelas minimal harus mengerti basic atau dasar sebab semua ilmu harus dipelajari karena memang setiap ilmu itu penting. Jangan melupakan atau meremehkan sebuah ilmu atau bidang. Jika tidak ahli, minimal bisa dasarnya bukan?

Sampai kepada beranjak dewasa pun, jenjang pendidikan dan pembelajaran dilalui dengan perjuangan dari seseorang semenjak Ia kecil. Jenjang sekolah dasar, menengah pertama, menengah atas hingga bangku perkuliahan Ia lewati. 

Namun jika tidak ahli dengan keduanya bukan berarti tidak punya keahlian. Apa iya ada seseorang yang benar-benar ahli dalam semua bidang dan 100 persen? apakah Albert Einstein ahli dalam seni dan musik? lalu apakah juga Beethoven dan Mozart ahli dalam sains? 

Semua ilmu itu baik, dan tidak perlu membenci ilmu apapun. Fokuslah memperdalam ilmu dibidangnya masing-masing. Dibalik itu semua jelas ada pesan, hal yang harus diperbuat dan sebab mengapa kadang topik ini selalu dibahas.

Sehingga memang orang tua dan anak akan secara otomatis menyatakan bahwa berhitung dan angka adalah hal yang pertama harus dikuasai.