Lottery website_Baccarat Computer_Know the rules of Texas Hold'em_Baccarat Live Entertainment_Texas Hold'em Download

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Situs resmi mahkota

Terlahir sebagai anak tunggal, pasti memiliki banyak suka dan duka. Rasa suka itu jelas dirasa dari kasih sayang orangtua yang diberikan utuh untukmu. Tapi jelas, ada juga rasa sepi karena tidak ada saudara kandung yang bisa jadi partner in crime.

Tercipta sebagai seorang anak tunggal justru akan membuatnya sebagai sosok yang penuh kasih sayang dan jauh dari kata cuek yang selama ini kamu pikirkan. Dia memang sendiri, tapi bukan berarti dia nggak peduli dengan apa yang ada di hadapannya.

Untuk kamu yang selalu menilai baik kehidupan anak tunggal dari materinya, maka itu adalah pemikiran yang akan lebih baik kalau kamu hapuskan. Kenyataannya hidup sebagai anak tunggal nggak melulu bahagia. Dia merasakan kesepian yang sebenarnya lantaran nggak ada saudara kandung yang bisa diajaknya bermain dan bertengkar.

Kamu harus ingat, kalau harta atau hidup yang nyaman nggak akan pernah cukup untuk menggantikan kesepian yang dirasakan anak tunggal. Lagipula kebahagiaan nggak akan pernah bisa diukur hanya dengan materi yang cukup atau bahkan melimpah.

Stigma negatif rasanya juga menjadi hal yang sering didapatkan oleh anak tunggal. Bagi kamu yang nggak mengenal pribadi mereka dengan baik, maka kamu akan berpikir kalau anak satu-satunya sudah pasti akan tumbuh sebagai seorang yang manja, egois, keras kepala, dan cuek dengan lingkungan sekitarnya.

Kamu mungkin beranggapan kalau anak tunggal itu adalah sosok yang memiliki egois tinggi karena dia nggak terbiasa untuk berbagi. Pada kenyataannya, dia bisa kok berbagi. Justru akan sangat senang jika bisa berbagi dengan orang lain lantaran dia nggak lagi merasa kalau hidupnya cuma sendirian.

Anak satu-satunya selalu identik dengan hal yang satu ini. Ya, dia selalu dicap sebagai anak yang dimanjakan oleh orangtuanya. Kalau kamu berpikir demikian, maka cobalah mulai sekarang hapus pikiran itu. Justru anak tunggal merupakan sosok yang mandiri jika dibandingkan dengan yang lain. Alasannya jelas, karena anak tunggal terbiasa menghadapi berbagai situasi sendiri dan melakukan segala sesuatunya sendiri. Jadi, apa masih mau menyebut anak sematawayang ini sebagai anak yang manja?