Baccarat card type_Weide app_Ranking of Asian Bookmakers_Platform

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Situs resmi mahkota

Lady – Editor 

AjCountrCountries where online gambling is legalies where online gambling is legaleCountries where online gambling is legalng – Content creator dan pejuang S2

Belinda – Tukang tidur yang masa bodoh soal cinta

Menikah sebagai jawaban dari lelah bekerja bisa jadi berasal dari cewek-cewek yang menganggap bahwa kehidupan rumah tangga nanti bukan bagian dari “pekerjaan” jenis baru. Melakukan pekerjaan rumah tangga bukan bagian dari sesuatu yang melelahkan tapi justru tanggung jawab dan sumber kebahagiaan yang dilakukan secara ikhlas dan tanpa dibayar (harapannya sih seperti itu). Mungkin pekerjaan yang digaji justru jadi beban dan itu yang bikin mereka lelah. Lagian pendapat tentang “menikah sebagai jawaban dari lelah bekerja” datang dari mereka yang belum menikah. Jadi mereka belum tahu kehidupan rumah tangga seperti apa.

Pernah mendengar komentar yang mirip seperti dua penggal ucapan di atas? Bisa jadi kamu pun pernah tak sengaja melontarkannya saat sedang stres akut menghadapi beratnya tantangan dunia perkuliahan atau dunia kerja. Tak bisa dimungkiri, fenomena menikah sebagai jawaban lelah bekerja memang akan selalu jadi perdebatan yang menarik tiada akhir. Banyak yang setuju, namun tak kalah banyak juga yang menyanggah.

Pernikahan merupakan salah satu momen sakral seumur hidup. Hipwee nggak tahu, masalah apa yang saat ini sedang kamu hadapi. Namun, sebaiknya apapun langkah yang akan kamu ambil untuk masa depanmu kelak sebaiknya dipikirkan matang-matang, agar tak menyesal di tengah jalan. Ingat, saat kamu memutuskan menikah, bukan berarti beban dan tanggung jawab berkurang. Kali ini Hipwee telah merangkum 11 jawaban menarik dari para pria dan wanita pekerja kantoran tentang pandangan mereka akan fenomena menikah sebagai jawaban lelah bekerja. Adakah yang mewakili isi hatimu juga?

Aku heran dan dalam hati ingin tertawa, bahwa yang berujar ‘lelah, nikah aja’ itu kebanyakan adalah cewek. Aku sendiri cewek, sudah menikah 6 bulan. Selama menikah, aku belum menemukan sekalipun lelah yang sebanding dengan lelahnya pas masih single. Misal yang tadinya lelahnya cuma 100, abis nikah jadi 300. Tapi justru di situ seninya. Lagian kalau sudah menikah, apa iya kita tega membiarkan suami seorang diri bekerja keras menghidupi kita sementara kita santai ongkang-ongkang kaki dengan dalih lelah bekerja?

Saat melangkah ke pelaminan, kamu sudah nggak bisa mundur lagi via unsplash.com

Mungkin orang yang memutuskan nikah karena lelah bekerja itu antara punya calon yang tajir mlintir atau dia memang nggak mencintai pekerjaannya, dia berati anggep fungsi kerja cari duit doang bukan karena passion atau sarana belajar jadi professional.

Gegabah sih, melihat tuntutan dan tantangan zaman yang makin edan, menikah bukanlah jalan keluar. Kudu lebih bijak aja, terlebih menikah kan sekali seumur hidup. Kalau ini dijadikan jawaban dari lelah bekerja, gimana nanti nasib keluarganya?

Silvia – Ibu muda yang sedang menikmati cuti melahirkan 

Menikah itu untuk selamanya. Kalau lelah juga, mau ngapain? via unsplash.com

Aan – Karyawan purna waktu dan pekerja seni paruh waktu

Meily – Content creator

“Duh, pusing banget, stres ngurus tetek bengek kuliah. Kerja nanti pasti lebih capek. Mending langsung nikah aja lah, enak.”

Siap-siap melangkah ke babak baru kehidupanmu via unsplash.com

Aku malah nggak bisa jawab… Haha. Aku nggak menemukan hubungan antara lelah kerja dan menikah… Emangnya kalau nikah apa terus nggak lelah kerja gitu? Atau kalau nikah jadi punya duit tanpa perlu kerja??

Kecuali punya ART, siap-siap punya lebih banyak PR di rumah via unsplash.com

Jangan menikah hanya karena ‘tuntutan’ keadaan ya! via unsplash.com

Indah – Employee Development Executive

Tuntutan hidup makin tinggi dan perjuangan makin keras lo! via unsplash.com

It’s a big no! Nggak setuju… Menikah bukan jawaban dari lelah bekerja. Emang kalo abis nikah kita bisa ongkang-ongkang kaki? Karena menikah adalah memulai cerita dan permasalahan baru. Bukan berati gue anti menikah yaa~

Jadi daripada menyerah pada sesuatu hal yang menurutku belum pasti, mending pikir-pikir dulu deh. Soalnya prinsipku menikah cukup satu kali. Ya kali tiap ngerasa lelah kerja trus bilang “mending nikah aja”, berarti nikahnya berkali-kali dong :3

Reza – Project Manager sebuah perusahaan swasta

Menikah itu BUKAN JAWABAN dari keluhan apa pun, termasuk lelah bekerja. Menikah itu dilakukan ketika kamu siap dan mantap. Saat lelah bekerja, jawabannya ya istirahat, atau cari pekerjaan lain yang bikin kamu happy. Kelak kalau ‘waktunya’ sudah tepat, pemikiran untuk menikah akan datang dengan sendirinya kok.

H. F. – Content creator dan pejuang S2

Tanpa mendiskreditkan siapapun yang lebih memilih untuk mengurus rumah tangga purna waktu pasca menikah, Hipwee berharap generasi muda lebih bijak dalam menghadapi masalah. Dalam setiap perjuangan, mustahil kalau nggak ada rasa jenuh dan lelah. Namun kalau menjalani sesuatu yang nggak menyenangkan, bisa jadi kamu sedang nggak menjalani bidang sesuai passion kamu. Bagi yang sedang lelah dan berpikir untuk menyerah, semoga tulisan ini bisa jadi pengingat bahwa menikah itu nggak mudah. Bukan bertujuan untuk menakut-nakuti, namun siapkah kamu untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar setelah memutuskan menikah?

Audy – Content creator

Menurutku, menikah itu bukan jawaban dari lelah bekerja sih. Lah, kalau pasangan kita juga belum mapan secara finansial gimana? Kan repot juga nanti, yang ada malah nambah masalah.

Menikah itu soal kesiapan dan komitmen nggak sih? Kalau cuma dijadiin sarana pelarian dari kejamnya permasalahan hidup, yah emangnya nikah menjamin kamu nggak bakal digerus perihnya cobaan hidup? Coba dilurusin dulu motivasi nikahnya biar jadi ibadah bukan jadi catastrophe. Hehehe.

Kalau lelah itu ya istirahat, bukan menikah.

Menikah itu kalau sudah siap, sudah ingin hidup bersama seseorang, dan bisa berkomitmen seumur hidup.

Lelah bekerja itu bisa diobati dengan nyalon, belanja, makan enak, liburan, dan sebagainya.

Malah menikah sebenarnya menambah masalah hidup.

Kalau lelah bekerja jawabannya adalah menikah, terus lelah menikah jawabannya apa hayooo~

Arintya – Content creator

“Capek gue kerja dari pagi ampe malam mulu. Lelah hayati. Mau berhenti dan nikah aja kalo ada yang mau nikahin!”

Kalau menurutku sih itu sama halnya kayak bunuh diri ya. Meski belum menjalani sebuah pernikahan, tapi dari melihat fenomema yang ada di sekitar dan kata orang-orang, menikah harusnya nggak dijadikan alasan untuk lelah menjalani kehidupan apalagi hanya sebatas ‘bekerja’. Toh aku yakin kalau tantangan yang bakal dihadapi setelah menikah itu bakal lebih berat dan bermacam-macam lagi. Pun rasanya nggak ada jaminan pasti kalau setelah menikah itu kelelahanmu bakal udahan gitu aja.

You deserve to be happy too, with or without marriage! via unsplash.com

Wah. Sangat tidak setuju dong.

Menikah bukan jalan keluar jika alasannya cuma capek bekerja.

Yang namanya kerja ya pasti capek.

Kalau tidak mau capek ya sudah kita tidur saja di rumah.

Menikah itu tentang komitmen dan cinta. Siap nggak? via unsplash.com