14 Jak「Betting app」sa AS Tekan Facebook Ihwal Disinformasi Vaksin Covid

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Situs resmi mahkota

Facebook tiBettinBetting appg appdak seBetting appgera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Baca juga: Muak dengan Image Buruk, Facebook Inisiasi Project Amplify

Mereka menanyakan apakah penyebar disinformasi vaksin top di platform tersebut menerima perlakuan khusus dari Facebook.

Haugen menyerukan transparansi tentang bagaimana Facebook membujuk pengguna untuk terus aktif, sehingga menciptakan banyak peluang bagi pengiklan untuk menjangkau mereka.

Mereka juga ingin tahu apakah “Disinformation Dozen” bagian para pengguna yang menerima perlakuan khusus tersebut sebagaimana dilansir Reuters.

Sebelumnya, Facebook memperkenalkan aturan untuk tidak membuat klaim palsu spesifik tentang Covid-19 dan vaksin virus corona.

Dalam surat yang dikirim pada Rabu (13/10/2021) tersebut, ke-14 jaksa agung menyatakan sangat prihatin dengan laporan terbaru yang menyebut bahwa Facebook merawat sejumlah pengguna dan memberi mereka perlakuan khusus.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Jaksa Agung dari 14 negara bagian di AS mengirim surat kepada CEO Facebook Mark Zuckerberg terkait disinformasi alias informasi palsu mengenai vaksin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Baca juga: Facebook Membahayakan Anak-anak dan Memicu Perpecahan”

Surat itu dikirim oleh jaksa agung dari Connecticut, California, Delaware, Illinois, Iowa, Maine, Massachusetts, Michigan, Minnesota, Maryland, Pennsylvania, Rhode Island, Vermont, dan Virginia.

Pengungkapan tersebut dilakukan Haugen, yang merupakan mantan manajer produk Facebook, berdasarkan dokumen internal.

Baca juga: 1,5 Miliar Data Pengguna Facebook Dikabarkan Ditawarkan ke Dark Web

Center for Countering Digital Hate menggambarkan “Disinformation Dozen” terdiri atas 12 anti-vaksin yang bertanggung jawab atas hampir dua pertiga konten anti-vaksin yang beredar di platform media sosial.

Sebelumnya, seorang data engineer and scientist Frances Haugen mengungkapkan bahwa Facebook membangun sistem yang membebaskan pengguna populer di platformnya dari beberapa atau bahkan semua aturannya.